Memuji Edison Cavani, Sang Predator Alami

Edison Cavani

Setelah akuisis yang telah dilakukan Oryx Qatar Sports Investmens, konsorsium asal Qatar pada musim 2011 silam, wajah Paris Saint Germain langsung berubah secara drastis. Momen tersebut tidak ubahnya dengan operasi face off serta membuat rupa PSG yang sebelumnya biasa, akhirnya menjadi tampan.

Dibawah komando Nasser Al Khelaifi yang visioner dan ambisius, Paris Saint Germain tidak sekedar dirancang untuk menguasai sepakbola Prancis, namun juga ikut bertransformasi sebagai kesebelasan besar di sepakbola Eropa, setara dengan Real Madrid, Barcelona, Bayern Muenchen, dan Manchester United.

Salah satu hal yang dicanangkan PSG ialah mendatangkan pemain kelas satu. Dari musimm 2011/12. Para pemain bintang mulai berdatangan. Luar biasanya, kebanyakan dari beberapa pemain tersebut direkrut dengan harga selangit. Tidak terkecuali dengan Edinson Cavani.

Didatangkan dari Napoli dengan mahar 65 juta euro, pemain yang identik dengan rambut gondrong tersebut langsung menjadi pemain kunci PSG. Meski sektor penyerang PSG banyak dihuni  pemain bintang seperti Ezequiel Lavezzi, Neymar, dan Zlatan Ibrahimovic (kala itu), nama Cavani tidak tergeser sebagai penyerang tengah andalan.

Unai Emery dan Laurent Blanc, seasang pelatih kelas atas yang menangani PSG dalam rentang waktu 5 musim terakhir, memiliki kepercayaan yang sangat besar kepada Cavani. Kedua pelatih tersebut menilai pemain yang berumur 30 tahun tersebut sebagai penyerang alami di dalam area pinalti yang kemampuannya begitu berguna bagi PSG.

Dikenal sebagai striker oportunis serta rajin memanfaatkan kesempatan sekecil apa pun, Cavani adalah pilihan terbaik yang dipunyai PSG untuk dapat mengisi sektor depan. Kedua kaki dan kepalanya sangat tajam mengirimkan gol-gol ka jala lawan.

Salah satu yang sering membuat banyak orang memuja Cavani ialah kebiasaannya menciptakan gol lewat situasi apa pun. Dia mampu menciptakan gol mudah lewap tap-in, melakukan tendangan keras atau placing di dalam area pinalti lawan meskipun diapit pemain, hingga beradu sprint dengan para bek lawan sebelum menendangnya dari jarak yang cukup jauh.

Lebih menariknya, Cavani pun juga handal sebagai sosok yang ahli saat mengeksekusi bola mati. Tidak heran jika dia selalu terpilih dari semua pelatih PSG untuk menjadi eksekutor tendangan pinalti maupun tendangan bebas.

Hanya dalam kurun waktu 5 musim bersama PSG, Cavani sukses mencetk 157 gol sekaligus menempatkan namanya menjasi top skor terbanyak PSG dalam sejarah. Dia secara resmi mengungguli catatan Ibrahimovic yang dibuat beberapa musim lalu.

“Saya tidak pernah membayangkan ini. Ini momen yang sangat hebat yang ingin saya rayakan dengan semua elemen PSG. Saya sangat bahagia disini dan akan terus memberikan yang terbaik untuk tim ini,” ujar Cavani setelah menciptakan gol yang ke 157, dikutip laman resmi klub.

Related posts