Auman Macan Kemayoran Di Gelaran Piala Presiden 2018

Piala Presiden 2018

Pada Liga 1 2017 lalu, penampilan yang diperlihatkan Persija Jakarta boleh dibilang lumayan bagus. Mereka sukses ada di peringkat 4 klasemen akhir serta hanya selisih 7 poin dari Bhayangkara FC yang keluar sebagai juara.

Dibawah arahan pelatih Stefano Cugurra Teco, performa Persija juga sempat mengalami inkonsisten diawal musim. Situasi tersebut juga yang membuat para suporter Persija ragu dengan kuaitas pelatih asal Brasil itu. Meskipun begitu, managemen Persija lantas bergeming dengan protes dari Jakmania yang berharap bahwa Teco dipecat.

Seperti yang sudah ditulis di awal artikel di atas, keputusan managemen Persija untuk terus mempekerjakan Teco tak salah. pelan namun pasti, inkonsistensi performa mulai dapat diatasi sehingga Persija semakin menanjak serta akhirnya finis di klasemen atas.

Saat Liga 1 Indonesia berakhir dan transfer pemain menjelang dihelatnya musim ini dibuka, beeberapa pembenahan langsung mereka lakukan. Walaupun melepas Willian Pacheco yang menjadi bek andalan di sektor pertahanan dan juga Bruno Lopes sebagai penyerang di lini depan, managemen tidak merasa cemas. Apalagi, Jakmania pernah mempertanyakan keputusan tersebut menyusul kontribusi kedua pemain yang cukup bagus pada musim lalu.

Fokus membenahi penampilan untuk tampil semakin bagus di musim ini, apalagi mereka ikut andil dalam kompetisi Piala AFC pun menjadi tujuan utama. Bahkan saat kompetisi Piala Presiden musim ini dihelat, tak ada target yang berlebihan meskipun beberapa klub pesaing malah mematok target tinggi, yakni menjadi juara.

Dengan fokus utama memadukan skuat dan mematangkan strategi, berbagai aksi Persija malah mengundang banyak perhatian. Gaya bermain yang sangat cair serta terstruktir rapi dan pertahanan yang sang kuat menjadi pemandangan indah.

Uniknya lagi, kolaborasi pemain lama dengan pemain baru sepertinya sudah mencair. Mereka begitu kompak serta memahami tugas dan peran masing-masing diatas lapangan. Tidak ayal, permainan Macan Kemayoran dinilai sebagai permainan yang sangat indah di kompetisi Piala Presiden musim ini.

Aksi memikat Persija di ajang Piala Presiden masih berlanjut sampai pertandingan kemarin. Tampil di Manahan di leg pertama semiifinal, Macan Kemayoran kembali membuat suporternya gembira setelah mengandaskan PSMS Medan dengan skor 4-1.

Dengan kemenangan telak tersebut, beberapa pihak berani menyebutkan bahwa satu kaki Macan Kemayoran sudah menembus babak final. Sebab, PSMS memerlukan kemenangan telak 4 gol tanpa balas agar lolos ke pertandingan final.

Jika memang betul-betul lolos ke pertandingan puncak, terlepas apa kemudian berhasil meraih gelar juara ataupun tidak, namun performa yang diperlihatkan Persija selama Piala Presiden sungguh sangat hebat. Jakmania pun sepantasnya pantas berbangga diri serta yakin meskipun tetap bersikap kritis.

Khususnya untuk pesaing di Liga 1 Indonesia mendatang, Auman Persija di kompetisi Piala Presiden tidak ubahnya dengan alarm bahaya yang nyaring bunyinya.

Related posts